Teknologi kran sensor otomatis pertama kali dikembangkan untuk kebutuhan fasilitas publik guna meningkatkan higienitas dan efisiensi. Sejarah mencatat bahwa penggunaan sensor infra merah pada kran mulai populer pada akhir abad ke-20 sebagai solusi untuk mengurangi kontaminasi silang di rumah sakit dan bandara. Kini, teknologi ini telah merambah ke hunian modern karena kemampuannya dalam menciptakan gaya hidup yang lebih bersih dan hemat sumber daya.
Cara kerja kran sensor otomatis melibatkan koordinasi antara komponen elektronik dan mekanik yang sangat presisi:
Mengenai ketahanannya, masa pakai kran sensor sangat bergantung pada kualitas komponen dan perawatan rutin. Rata-rata kran sensor berkualitas tinggi dapat bertahan antara 5 hingga 10 tahun. Bagian yang paling sering membutuhkan penggantian adalah baterai (jika menggunakan daya baterai) atau pembersihan filter pada katup solenoid untuk menjaga kelancaran aliran air dari tumpukan kalsium.
Manfaat kran sensor untuk lingkungan yang paling nyata adalah pengurangan konsumsi air bersih secara signifikan. Di tengah krisis air global, kran otomatis berperan sebagai instrumen konservasi yang sangat efektif, terutama di area dengan intensitas penggunaan tinggi seperti wastafel dapur atau kamar mandi umum.

Cek Katalog: Flusso Kran KWT Sensor
Berdasarkan berbagai studi, kran sensor otomatis mampu menghemat penggunaan air antara 30% hingga 70% dibandingkan kran manual. Penghematan ini terjadi karena air hanya mengalir saat benar-benar dibutuhkan. Sebagai gambaran, pada kran manual, air seringkali tetap mengalir saat kita sedang menyabuni tangan atau menyikat gigi, sedangkan kran sensor akan memutus aliran tersebut seketika.
Selain penghematan air, manfaat lain dari kran sensor untuk lingkungan adalah pengurangan beban limbah air. Dengan berkurangnya volume air yang mengalir ke saluran pembuangan, proses pengolahan limbah menjadi lebih ringan dan konsumsi energi pada pompa air serta sistem filtrasi di gedung tersebut pun turut berkurang secara proporsional.
Kran sensor membutuhkan daya listrik untuk mengoperasikan sensor infra merah dan katup solenoid. Namun, daya yang dibutuhkan sangatlah kecil. Di pasaran, tersedia dua pilihan sumber daya: menggunakan adaptor yang dicolokkan ke listrik PLN atau menggunakan baterai (biasanya tipe AA) yang dapat bertahan hingga 1-2 tahun penggunaan normal.

Cek Katalog: Flusso Kran KAWT Sensor
Lantas, apakah kran sensor juga menghemat penggunaan listrik? Jika dilihat dari sisi pengoperasian kran itu sendiri, kran ini memang mengonsumsi sedikit daya. Namun, secara sistemik, kran sensor membantu menghemat listrik karena mengurangi durasi kerja pompa air (tandon). Dengan aliran air yang lebih singkat dan terkontrol, pompa air tidak perlu menyala sesering saat menggunakan kran manual, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan tagihan listrik bulanan anda.
Kran sensor otomatis bukan sekadar perangkat mewah, melainkan solusi cerdas untuk pelestarian lingkungan dan penghematan biaya operasional rumah tangga. Melalui mekanisme sensor infra merah yang presisi, kran ini mampu memotong pemborosan air hingga 70% tanpa mengurangi kenyamanan penggunanya. Meskipun memerlukan daya listrik kecil, efisiensi yang dihasilkan pada penggunaan air dan umur pompa air menjadikannya investasi yang sangat layak.
Kesimpulannya, beralih ke kran otomatis adalah langkah nyata menuju hunian yang lebih hijau dan higienis. Dengan masa pakai yang lama dan pemeliharaan yang relatif mudah, teknologi ini memastikan setiap tetes air yang keluar memiliki nilai guna yang maksimal bagi kebutuhan anda
Know about our company more.
We are Here to Help
Get all Answers
Check Latest Blogs
Pengiriman cepat di seluruh negeri
100% Produk otentik
Kami menjamin transaksi yang aman
Kami menjamin dukungan berkualitas